Inpari 32 Tumbuh Subur di Lahan Kering Pulau Morotai
Morotai Selatan (24/10) - Pulau Morotai kembali menunjukkan potensinya sebagai lumbung pangan wilayah kepulauan. Varietas Inpari 32, yang dikenal sebagai padi irigasi, ternyata mampu tumbuh subur di lahan kering Desa Mandiri, Kecamatan Morotai Selatan. Morotai merupakan wilayah beriklim basah, dengan curah hujan tahun ini agak tinggi — pada bulan September saja mencapai 288 mm. Kondisi ini menjadi waktu yang tepat untuk menanam padi, karena ketersediaan air yang melimpah. Bahkan, menurut pengakuan petani setempat, mereka menanam lebih awal agar bisa panen sebelum bulan puasa.
Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya, Bapak Samsul Anwar Topora, bersama PPL Iwan Ibrahim, membuktikan bahwa Inpari 32 adaptif terhadap kondisi lahan nonirigasi. Untuk memperbanyak anakan, petani menanam 10 butir benih per lubang — berbeda dengan pola tanam di lahan sawah yang cukup 2 bibit per lubang.
Hasilnya menggembirakan, kunjungan lapangan Kepala BRMP Malut, Dr. Ir. Muh. Alwi Mustaha, M.Si ikut menyaksikan tanaman padi tumbuh hijau subur meski hanya mengandalkan air hujan dan pengelolaan sederhana. Meski masih terkendala pupuk dan distribusi sarana produksi, semangat petani Morotai tidak pernah padam.
“Kami tanam bukan hanya untuk makan hari ini, tapi untuk stok hingga musim tanam yang akan datang” ujar Pak Anwar penuh semangat.