BBRMP Maluku Utara Konsolidasikan Penyuluh, Perkuat LTT dan Produktivitas Padi 2026
Sofifi (19/01) - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku Utara menggelar Rapat Konsolidasi Penyuluh Provinsi Maluku Utara sebagai langkah awal memperkuat kinerja swasembada pangan tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh Penyuluh Provinsi Badan SDM mulai dari Ketua Kelompok Substansi (Kelsi), Ketua Tim Kerja, hingga Koordinator Wilayah kabupaten/kota, serta dihadiri PJ Swasembada Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota dari BBRMP.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Maluku Utara, Dr. Ir. Muhammad Alwi Mustaha, M.Si, menyampaikan arahan Menteri Pertanian bahwa tahun 2026 Kementerian Pertanian menargetkan ekspor beras. Target tersebut hanya dapat dicapai jika Indonesia swasembada, dan swasembada hanya mungkin terwujud jika produksi meningkat melalui panen yang ditopang oleh tanam yang konsisten. Karena itu, peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi kunci untuk terus mendorong capaian Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Maluku Utara.
Lebih lanjut, Dr. Alwi menekankan bahwa tantangan di lapangan semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan parsial. PPL dituntut berpikir sistemik, mampu mengurai persoalan dari hulu hingga hilir. Selain mengejar LTT, pekerjaan rumah utama yang harus segera dijawab bersama adalah meningkatkan produktivitas padi yang saat ini cenderung stagnan di kisaran 3,3 ton per hektare.
Konsolidasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi penyuluhan untuk mendorong pertanian Maluku Utara yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.