BRMP Maluku Utara dan BBPPTP Ambon Pantau Kesiapan 1,6 Juta Bibit Kakao di Halmahera Barat
Jailolo - Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara bersama Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon melaksanakan monitoring bersama terkait progres pengadaan bibit kakao. Pengawasan ini menyasar tiga lokasi nursery (pembibitan) milik CV Malangka di Kabupaten Halmahera Barat, yaitu di Desa Hoku-Hokukie, Desa Akediri, dan Desa Kuripasai, Kamis (25/06).
Langkah ini diambil untuk memastikan kelayakan sekitar 1,6 juta batang bibit kakao yang direncanakan siap salur ke empat wilayah di Maluku Utara, yakni Kabupaten Kepulauan Sula, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, dan Pulau Taliabu. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, tim mencatat total pengisian bibit yang terealisasi baru mencapai sekitar 700 ribu batang, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 900 ribu bibit.
Selain kuantitas, tim monitoring juga menyoroti sejumlah aspek teknis kualitas lingkungan pembibitan. Di lapangan ditemukan kondisi beberapa bedengan yang lembab sehingga memicu pertumbuhan gulma dan jamur. Komposisi media tanam juga dinilai belum memenuhi kriteria ideal, serta ditemukan kondisi tanah yang kering pada bibit di dalam bedengan bersungkup.
Sebagai tindak lanjut, BRMP Maluku Utara dan BBPPTP Ambon mendorong pihak CV Malangka untuk segera melakukan langkah perbaikan. Rekomendasi utama meliputi perbaikan sanitasi, penyiraman rutin pada area sungkup, serta pengisian logbook pemantauan tanaman. Pihak penyedia juga diminta memperbarui papan informasi di setiap nursery agar menyajikan data jumlah bibit dan wilayah salur yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan, sekaligus mempercepat proses pembibitan demi mengejar target alokasi bantuan.