Perkuat Kesiapan PM-AAS, BRMP Maluku Utara Lakukan Identifikasi CPCL di Halmahera Utara
Halmahera Utara – Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara melaksanakan kunjungan lapangan ke Kabupaten Halmahera Utara dalam rangka identifikasi Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sebagai salah satu tahapan persiapan implementasi Program Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS), Kamis (16/07).
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi dan petani penerima manfaat, sekaligus memperoleh gambaran kondisi riil di lapangan sebagai dasar penyusunan rencana pelaksanaan program. Identifikasi dilakukan melalui koordinasi bersama penyuluh pertanian, kelompok tani, serta peninjauan langsung ke lahan-lahan yang diusulkan sebagai lokasi penerapan PM-AAS.
Dalam kunjungan tersebut, tim BRMP Maluku Utara melakukan verifikasi terhadap kesiapan lahan, mulai dari kondisi pertanaman, luas areal yang diusulkan, hingga kesiapan petani dalam mendukung penerapan teknologi budidaya yang menjadi bagian dari PM-AAS. Selain itu, tim juga melakukan survei terhadap sistem irigasi dengan meninjau sumber air pada bendungan yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ketersediaan air secara umum masih memadai, sementara pada beberapa titik saluran irigasi sedang dilakukan perbaikan secara swadaya oleh anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) guna menjamin kelancaran distribusi air pada musim tanam mendatang.
Tim juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang masih dihadapi petani. Beberapa di antaranya adalah proses pengolahan lahan yang belum sepenuhnya optimal serta serangan hama tikus yang cukup tinggi, terutama pada lahan yang menerapkan sistem tanam benih langsung (Tabela). Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penyusunan strategi pendampingan dan penerapan teknologi budidaya pada pelaksanaan Program PM-AAS agar dapat meminimalkan risiko dan meningkatkan keberhasilan usaha tani.
Di sisi lain, hasil identifikasi menunjukkan bahwa Kabupaten Halmahera Utara masih memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan dan perluasan areal penerapan PM-AAS. Namun demikian, sebagian petani menyampaikan bahwa mereka masih menunggu keberhasilan implementasi tahap awal program sebelum memperluas penerapan teknologi PM-AAS pada lahan yang lebih luas.
Melalui kegiatan identifikasi CPCL ini, Diharapkan implementasi PM-AAS di Kabupaten Halmahera Utara dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan menjadi contoh bagi pengembangan pertanian modern di wilayah Maluku Utara.